Posts

Untuk apa?

Hari ini, sebuah pertanyaan menghampiri tanpa permisi. Pernahkah kau terpikirkan jika manusia sekarang tak memiliki daya juang tinggi? Melainkan kepasrahan yang tinggi?

Gandeng Leica, Mate 10 Penuh Kejutan

Image
Kembali menggandeng Leica sebagai kamera andalannya, Huawei Mate 10 berkamera ganda. Kamera ganda tersebut beresolusi 20 MP(Mega Pixel) untuk sensor monochrome dan 12 MP untuk sensor berwarna pada kamera belakang, sedangkan untuk kamera depan Huawei menyematkan 8 MP saja. Ditambah dengan memiliki bukaan sebesar f/1.6 yang membuatnya peka akan cahaya dan baik untuk mengambil gambar low-light. Dengan menggandeng Leica, Huawei Mate 10 membuat gawai ini terlihat mewah dan elegan. Selain menggandeng kamera dari Leica, Huawei menyematkan prosesor buatannya. Kirin NPU 970 merupakan prosesor terbaru yang berbekal kecerdasan buatan. Prosesor ini dapat meningkatkan pemrosesan fotografi, memindai wajah serta menjadikan stabilitator saat membaca data-data yang ada pada smartphone tersebut. Penyimpanan Data Prosesor yang mumpuni dipadukan dengan penyimpanan yang besar yaitu 64 GB. Dengan penyimpanan sebesar ini pengguna dapat menyimpan banyak sekali data, bias musik, foto, video...

Tugasku Tidak Berat

Tepat pukul 04.00 WIB, telepon gengam Kak Hamdi berbunyi nyaring. Membangunkan Ayah, Ibu, juga aku, tapi tidak dengan sang tuan dari alarm tersebut. Lantas aku coba bangunkan Kak Hamdi yang masih tertidur menggunakan celana pendek dan telanjang dada, tapi tidak berhasil. Akhirnya, ada alarm alami yang ampuh membangunkannya, yaitu Ibu. Ibu hanya perlu berteriak memanggil namanya, lalu ia terbangun dan berteriak "Iya sudah bangun." Walau sudah bangun, jelas sekali ia masih mengantuk. Bagaimana tidak? Tugas kuliahnya baru selesai ia kerjakan pukul 02.30 dan sudah harus bangun pukul 04.00 untuk bersiap salat subuh. "Kenapa kamu liatin kakak begitu? Kakak ganteng ya abis bangun tidur? Haha", godanya. Akupun mengelak, "Idih ganteng apanya, muka kayak pantat panci aja sok ganteng, dasar jomblo. Haha. Eh tapi Kak, kenapa semenjak Kakak kuliah, tugasnya dikerjakan sampai larut malam?" tanyaku ingintahu. Karena bukan hanya sekali ia tidur menjelang subuh. ...

Jemput Impian

Image
Ingatkah kau kawan? Kita bersamasama tercemplung Plung... Basah, Kuyup, Tenggelam Namun, kau menghampiri Bukan sebagai pemadam Tetapi pembakar semangat Yang semakin berkobar Kita berenang menuju tujuan pertama Permukaan Tempat awal yang membuat kita tercemplung Tibalah di permukaan Setelah berenang Bak kecebong menuju permulaan menjadi mahkluk amfibi Lalu apa? Tanpa pikir panjang Kita terbang menjemput impian Namun, Sang guntur merobek sayapku Hingga aku terjatuh Hampir saja aku Menyentuh permukaan itu Kau menolongku tanpa ragu Membantuku Menjemput impian (Sumber foto: instagram.com/ardirusuk)

Ayah Bukan Pahlawan

Kau insan Yang bercengkerama dengan kehidupan Tanpa memikirkan kesehatan kau hisap tembakau Agar pikiranmu tak kacau Kau bukan pahlawan Yang menolong banyak orang Yang dikenal banyak insan Tapi kau selalu terkenang Oleh seseorang Bukan hanya keselematan Kau pun melindungi Jua menafkahi Sekali lagi, kau bukan pahlawan Bersanding dengan luka dan jalanan Kau junjung perjuangan Kau pikirkan masa depan Bibit yang kau besarkan Lelah, bukan masalah Pusing, sudah tujuh keliling Letih pun sudah tak berarti Ku hisap lagi tembakau Hingga kau tungkus lumus Tembakau, tetap mengepul dari mulutmu

Cerita dibalik lagu "Wake Me Up When September Ends"

Image
September, bulan kesembilan di kalender masehi ini akan segera berakhir. Lalu kenapa? Ada sebuah lagu yang sangat saya suka, yaitu “Wake Me Up When September Ends” dari band Green Day, yang beraliran alternative rock. Ada apa dengan lagu tersebut? Ada sebuah kisah yang tentunya menyedihkan. Tentang sebuah perpisahan dengan orang yang begitu disayangi oleh sang pencipta lagu, Billie Joe sekaligus vokalis band asal California tersebut. Lagu yang termasuk dalam album American Idiot ini mampu membuat penggemar musik aliran apapun ikut terhanyut saat mendengarkan lagu ini. Lagu yang tercatat telah terjual hingga 1.652.000 copy pada Mei 2010 . Lagu ini juga berhasil menempati posisi pertama di Canadian Singles Chart dan posisi kedua di World Chart Show. Hebat bukan? Lagu ini tercipta setelah 20 tahun ayahnya meninggal. Ayah Billie yang berprofesi sebagai supir truk dan bekerja sampingan sebagai musisi Jazz terkena penyakit kanker di kerongkongan yan...

Masih Sudikah?

Image
Aku terpaku melihat manusia Merana, menderita, tersiksa Sebab bumi telah dibodohi Diberi janji tanpa realisasi Manis mulut mahkluk berakal Seakan membela diriku Tapi nyantanya tetap menghunusku Mereka kuberi segalanya secara cuma-cuma Namun mereka mengehabisiku dengan sedikit sisa Gunung-gunung di tubuhku Menyimpan amarah yang masih terbendung Apa kau tahu wahai manusia? Atau kau mau tahu wahai manusia? Namun, Sudikah kau menerimanya ketika kuberitahu? Samudera biru di dalamnya kuberi jutaan mutiara Tapi apa? Kau rusak tanpa permisi Apakah aku hanya akan diam? Kuharap kau mengerti bila tsunami mulai menghampiri Jangan kau lari, kabur, dan jangan takut Sebab ini ulahmu sendiri Masihkah sudi tinggal bersamaku? Tolong... Jangan jadikan aku pemuas nafsumu Jangan jadikan aku pelepas dahagamu Tapi... Jadikan aku sahabatmu Saling memberi Untukmu dan untukku (Sumber foto: gambarjoss.blogspot.com)