Cerita dibalik lagu "Wake Me Up When September Ends"

September, bulan kesembilan di kalender masehi ini akan segera berakhir. Lalu kenapa?
Ada sebuah lagu yang sangat saya suka, yaitu “Wake Me Up When September Ends” dari band Green Day, yang beraliran alternative rock.
Ada apa dengan lagu tersebut?
Ada sebuah kisah yang tentunya menyedihkan. Tentang sebuah perpisahan dengan orang yang begitu disayangi oleh sang pencipta lagu, Billie Joe sekaligus vokalis band asal California tersebut.
Lagu yang termasuk dalam album American Idiot ini mampu membuat penggemar musik aliran apapun ikut terhanyut saat mendengarkan lagu ini.Lagu yang tercatat telah terjual hingga 1.652.000 copy pada Mei 2010. Lagu ini juga berhasil menempati posisi pertama di Canadian Singles Chart dan posisi kedua di World Chart Show. Hebat bukan?
Lagu ini tercipta setelah 20 tahun ayahnya meninggal. Ayah Billie yang berprofesi sebagai supir truk dan bekerja sampingan sebagai musisi Jazz terkena penyakit kanker di kerongkongan yang kemudian tersebar ke seluruh tubuhnya. Kejadian tersirat ini terdapat pada lirik “Twenty years has gone so fast”.
Seperti yang dilansir metrotvnews.com, kabarnya Billie meninggalkan prosesi pemakaman ayahnya dengan menangis karena terpukul akan kepergiannya. Sesampainya di rumah, Billie mengunci pintu kamar dan mengurung diri. Namun, ketika ibunya datang mengetuk pintu dan mencoba menenangkannya, ia mendapatkan jawaban “Wake me up when September ends” dari Billie. Jawaban itu pun terus teringat oleh Billie hingga ia mencurahkannya pada tahun 2003, yang kemudian direkam pada tahun 2004 dan dirilis pada Juni 2005.
Isi lirik lagu “Wake Me Up When September Ends” juga mencakup ekspresi Billie yang merasakan sakit kehilangan ayahnya. Nah, ini lirik lagu “Wake Me Up When September Ends” dari Green Day.
"Wake Me Up When September Ends"
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Like my father's come to pass
Seven years has gone so fast
Wake me up when September ends
Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are
As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Ring out the bells again
Like we did when spring began
Wake me up when September ends
Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are
As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Like my father's come to pass
Twenty years has gone so fast
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends
Bagimana? Apakah liriknya menyentuh? Bila belum, mari lihat videonya dan dengarkan lagunya di sini.
Nah, seberapa sayangkah kamu dengan Ayahmu? Sudahkah kamu menunjukkan rasa sayangmu pada ayahmu? Bila belum, cepatlah lakukan. Karena tidak semua orang berkesempatan bisa bersama ayahnya.
Namun, bagi warga Amerika lirik lagu ini juga memiliki arti tersendiri. Karena pada 11 September 2001, harus mengalami kepedihan dan kehilangan sekitar 3000 jiwa. Peristiwa yang semoga tidak terulang kembali.
Sekian pengulikan lagu yang pernah membuat saya meneteskan air mata ketika ujian praktik seni music(maaf, tidak penting). Berikutnya akan saya bahas video klip "Wake Me Up When September Ends".
(Sumber foto: quotesblog.net)
Comments
Post a Comment