Aku Pengecut Atau Kau yang Permainkanku?
Aku pengecut Tak berani menyanjungmu kala itu Terkagum-kagum pada caramu berhadapan denganku Sementara aku, masih berkutat dengan debar jantung yang tak menentu Kau justru asik meminum kopi pesananmu Tapi tak apa Aku menikmati setiap gerakmu kala itu Sembari panjatkan doa agar waktu tak cepat berlalu Menikmati canda, tawa dan berbincang denganmu Garis senyummu membuat ragaku seakan runtuh Berulang kali kubangun lagi, meski kutahu kan runtuh kembali Hingga saatnya kau terpaku pada layar gawai di meja kita Akupun mulai tunduk tengadah kumenyesal karena tak bisa membangun suasana Denyut jantungku meningkat, deru semangat berpacu hingga tubuhku mulai berkeringat Memulai tindakan agar pertemuan ini dapat juga kau ingat Sebagaimana diriku serasa di balik awan Benar-benar serasa di atas awang-awang