Ashraf Marwan, Dibanggakan di Dua Negara yang Bermusuhan (Bagian 1)

Ashraf Marwan. (Sumber foto: Standard.co.uk)


Ashraf Marwan

Pria kelahiran Mesir ini didaulat menjadi pahlawan bagi Israel dan juga menjadi salah satu orang terhormat di negaranya, Mesir. Ashraf hidup kala Mesir dan Israel berseteru dan memulai perdamaiannya. Lalu, bagaimana bisa Ashraf didaulat di kedua negara tersebut?

Ashraf yang merupakan lulusan  Kimia Universitas Kairo membuat putri Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Mona Nasser jatuh cinta. Meski pada saat itu keduanya tertaut 4 tahun, namun Mona tetap berkeinginan untuk menikah dengan Ashraf. Selang setahun, Juli 1966, Ashraf resmi menikahi putri sang presiden.

Presiden Nasser pun muluai memberikan kepercayaan kepada Ashraf untuk bekerja di kantor presiden pada 1968, tetapi Ashraf yang melanjutkan studi di London harus meninggalkan Mesir namun tetap bekerja di kantor presiden.

Ashraf seringkali ditugaskan langsung oleh Nasser dalam tugas rahasia dan khusus.

Tahun 1970, Anwar Sadat, wakil presiden naik menjadi Presiden menggantikan Nasser yang meninggal akibat serangan jantung. Meski begitu, ternyata Ashraf masih menjadi orang kepercayaan Sadat pada masa pemerintahannya.

Pada masa pemerintahan Sadat, Ashraf diinformasikan menjadi mata-mata  bagi Israel. Namun informasi pasti mengenai hal ini masih belum begitu jelas.

Kedekatan Ashraf dengan Israel

Ashraf Marwan berulang kali berhubungan dengan Israel dan menjadi orang kepercayaan di Intelijen Israel untuk mendapatkan informasi mengenai rencana dan strategi Mesir.

Israel yang menjadi underdog melawan negara-negara arab pun mempercayai Marwan karena kerap kali memberikan informasi nyata mengenai perkembangan Mesir.

Kedekatan Ashraf dengan presiden Sadat yang membuat Israel juga berhati-hati terhadapnya. Meski begitu, informasinya tetap digunakan Israel untuk membangun strategi.

Namun Informasi yang diberikan oleh Ashraf ternyata membuat Israel terjebak. Informasi tersebut adalah …. (selanjutnya di Bagian 2)

Comments