WFH, Solusi Pemerintah Kepada Pekerja
Wabah covid-19 membuat
seluruh dunia kacau-balau terutama pada dunia kerja. Ketika ditemukannya kasus
pertama kasus Covid-19, pemerintah memang belum membuat aturan resmi untuk para
pekerja agar terhindar dari penyakit ini. Namun beberapa setelahnya pemerintah
memberlakukan sebuah aturan; Work From Home.
Pemberlakuan aturan ini
pertama kali diterapkan di Jakarta, terutama kantor-kantor besar di kawasan
bisnis Ibukota. Penerapannya pun dibarengi dengan instruksi masa social
distancing selama 14 hari yang dikeluarkan pemerintah untuk dipatuhi seluruh
perusahaan.
Perusahaan pun
memberlakukan wfh selama 14 hari sesuai arahan, namun penerapannya pun beragam,
ada yang full karyawannya 14 hari wfh dan ada yang bergantian. Hal ini terjadi
karena tidak adanya aturan baku dari pemerintah mengenai kebijakan wfh ini.
Selama 14 hari pertama
penerapan wfh ini, banyak pekerja-terutama kantoran- merasa senang karena dapat
bekerja dari rumah. Tetapi setelah melaksanakannya tidak sedikit dari mereka
yang mulai jenuh dan ingin segera kembali ke kantor.
Sebaliknya, ada pekerja
yang tetap masuk seperti biasa tanpa adanya wfh full ataupun wfh bergantian
seperti profesi pelayanan.
Selama 14 hari pun
pekerjaan terasa berat karena dibarengi dengan mengurus pekerjaan rumah dan
keluarga. Sehingga pekerjaan akan terganggu dengan urusan-urusan rumah tangga.
HRD sebagai divisi yang
bertanggungjawab harus melakukan evaluasi agar para karyawan tidak merasa
kesulitan dan jenuh saat wfh. Namun sebaliknya, mereka juga harus memikirkan
nasib perusahaan yang juga akan terkena dampaknya.
Jika penerapan wfh ini
dinilai dapat mengefisiensikan dana perusahaan, kemungkinan dapat menjadi pola
kerja baru meski tak semua profesi dapat melakukannya. HRD harus memikirkan dan
merumuskan pola kerja baru tersebut atau kembali bekerja di perusahaan seperti
sebelum wabah covid-19 menyerang.
(Sumber foto: Kumparan.com)

Iyanih sangat kacau balau dunia yang sedang diporak porandakan oleh wabah virus ini. Tentunya wfh belum tentu berjalan sesuai rencana/harapan. Berjalan tidak sesuai rencana adalah hal yang sudah biasa jalan satu-satunya jalani sebaik kita bisa yaitu #dirumahaja
ReplyDeleteTapi apakah WFH cukup efektif untuk semua pekerja ? karena menurut saya tidak semua pekerjaan bisa dilakukan di rumah. Seperti pelayan toko, petani, operator produksi dan masih banyak lagi. Saya setuju dengan adanya Work From Home bisa mengurangi penyebaran virus, tapi seharusnya ada regulasi juga yang dibuat pemerintah untuk para pekerja pencari nafkah yang bekerja di lapangan.
ReplyDelete