Belum Disahut


Dunia membisu
Sudah terlalu lama
Manusia tidak alang mendengar
Ah.. hal biasa

Laut mengatupkan bibirnya dengan gulungan ombak
Angin mengalihkan perundingan dengan merayuku, sebal
Daun justru jatuh tapai tidak mengacuhkanku
Gunung pun malah menyajikan pemandangan para manusia yang menyerupai bakteri
Tetap saja aku tak mendapati jawabanku

Sebentar,
Aku ingat sesuatu

Perbentaran ini aku pernah bertanya jawab pada Tuhan
Perkara serupa
"Bolehkah aku meninggal dalam keadaan berguna?"
Tapi tidak berlainan dengan ciptaannya
Perkara tersebut masih dalam perawanan Tuhan.


 (sumber foto: https://pixabay.com/p-1031060/?no_redirect)

Comments

  1. Keren mas! Saya suka part, "Bolehkah aku meninggal dalam keadaan berguna?". Mantap!

    ReplyDelete
  2. Menusuk sekali puisinya. Ditunggu puisi selanjutnya mas ardi:)

    ReplyDelete
  3. Bagus sekali puisinya, seakan aku pun merasakan hal yang sama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puisi ini tak akan memiliki rasa bila tak ada pembacanya, terima kasih telah membaca dan mengunjungi retorikasemesta.blogspot.co.id

      Delete
  4. Replies
    1. Terima kasih telah mengunjungi dan membaca, mba/mas it's not hannah baker.-.

      Delete
  5. Replies
    1. Terima kasih telah mengunjungi dan membaca blog saya, anda bisa klik puisi untuk membaca puisi lainnya

      Delete
  6. saya suka bagian ini: "Bolehkah aku meninggal dalam keadaan berguna?"
    sukses selalu ardi!!! di tunggu karya berikutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah membaca dan mengunjungi retorikasemesta.blogspot.com sukses juga mba indah

      Delete
  7. Replies
    1. Sudah di post, silakan baca puisi lainnya. Selamat menikmati puisi retorikasemesta.blogspot.com

      Delete

Post a Comment